Ketua DPRD Kalsel Apresiasi Kerja Keras Pemprov Kalsel Dalam Peningkatan Pangan

 

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK (foto antara)


KNP, Banjarmasin - Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr (HC) H Supian HK SH MH mengapresiasi pemerintah provinsi (pemprov) bahwa di usia 72 tahun pangan terus meningkat bukan hanya berswasembada, bahkan surplus untuk produksi padi.

Apresiasi itu diungkapkannya melalui WA, Senin (15/08/2022) malam sehubungan peringatan ke-72 Hari Jadi (Harjad) Provinsi Kalsel yang berdiri sendiri setelah pemekaran Provinsi Kalimantan pada 14 Agustus 1950.

"Kita mengapresiasi kerja keras Pemprov Kalsel selama ini yang berhasil meningkatkan produksi padi hingga tidak cuma mampu swasembada, tetapi surplus dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya, dikutip dari Antara.

"Kalau mengenai beras saya kira Kalsel tidak masalah, karena selama ini bisa membantu kebutuhan daerah tetangga seperti Kalimantan Timur (Kaltim)," lanjut politikus senior Partai Golkar tersebut.

Namun, tambah wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong tersebut, urusan pangan bukan cuma beras, tetapi juga kebutuhan pokok lainnya, seperti daging.

"Mungkin hitung-hitungan Kalsel bisa swasembada daging, tapi soal surplus gimana. Sementara kita juga diharapkan sebagai penyangga pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) nanti," ujar laki-laki kelahiran Rantau Bujur, HSU, 1957 itu.

"Oleh sebab itu, selain usaha-usaha lainnya, kita mengapresiasi usaha peternakan terpadu dengan perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan daging yang bukan cuma untuk kebutuhan sendiri, tapi juga buat daerah lain," lanjutnya.

Menurut dia, selain berpotensi pertanian tanaman pangan, Kalsel juga potensial untuk pengembangan usaha peternakan, baik berupa ternak hewan besar seperti sapi dan kerbau, juga unggas, misalnya ayam dan itik.

"Sebagaimana halnya kawasan rawa monoton di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST) dan HSU cocok untuk pengembangan kerbau rawa serta ternak itik," tambahnya.

Sedangkan pada lahan kering atau kawasan pegunungan bisa untuk pengembangan peternakan sapi dan kambing atau domba seperti melalui perkebunan terpadu dengan kelapa sawit.

"Pola perkebunan kelapa sawit terpadu dengan peternakan bisa mendatangkan manfaat ganda asalkan dengan perlakuan yang baik dan benar. Pemerintah daerah harus mendorong usaha tersebut," tutup Supian HK.

(Galang)