| Anang Rosadi |
Kabar Nusantara Post, Banjarmasin - Untuk Memutus Mata Rantai penyebaran Covid 19 Serta Menjaga Kekebalan Kelompok (Herd Immunity) Pemerintah Pusat Melalui Pemerintah Daerah Saat ini sedang Gencar-gencarnya Melaksanakan Vaksinasi Terhadap Warga Masyarakat khususnya Bagi anak-anak serta Lanjut usia (Lansia) diatas 60 tahun, baik yang ada di perkotaan maupun yang di desa, hampir Menyeluruh penyelenggaraan Vaksinasi Bagi Warga yang di laksanakan instansi terkait Baik dinas kesehatan, polri dan TNI di seluruh indonesia, tidak terkecuali di wilayah kalimantan selatan.
Hal ini Mendapat Perhatian Serius Dari Ketua LSM Mampus Kalsel H.Anang Rosadi Adenansi, Bersama Rekan-rekan Lainnya Menyambangi Kantor DPRD kalsel di jalan Lambung mangkurat untuk Melakukan Audensi Rabu (12/01/22) pukul 12.00 wita
Dalam pertemuan Audensi tersebut Anang Rosadi dan Rekan di terima oleh sekretaris komisi Firman Yusi dari Fraksi PKS juga anggota komisi IV DPRD Kalsel Ada Ataillah Hasbi dari Golkar, syahrudin dari Pan juga dari Pdip Perjuangan yang khusus Membidangi masalah kesehatan sedangkan Ketua Komisi IV H. Lutfi Syaifudin tidak bisa Berhadir saat itu.
Di hadapan para Anggota dewan dari Komisi IV Anang Rosadi Menyampaikan ,Vaksinasi yang di Lakukan saat ini Terlalu di Paksakan kepada warga Masyarakat, dengan cara melakukan pemeriksaan surat vaksin di jalan-jalan, serta di iming-imingi berbagai Hadiah, agar Supaya warga mau bervaksin"katanya.
Ia juga sangat Menyayangkan vaksinasi di Lakukan terhadap anak-anak sekolah Usia 6-11, serta Para Lansia yang Menjadi Program Pemerintah Saat ini,"kata Anang Rosadi Dihadapan Angota Dewan Komisi IV dan dihadiri Rekan-rekan media.
"Siapa pun pemimpin yang memburu Rakyat untuk ikut Program Pemerintah,kita juga tidak tau apa yang disuntikan oleh Tim Vaksinasi itu,"ujarnya
Perlu diketahui Virus varian Delta baru Omicron yang terkena justru orang-orang yang sudah di Vaksin Baik vaksin pertama Maupun vaksin yang kedua "yang sudah bervaksin banyak yang kena, Kita tidak perlu harus mengikuti kalau cara pemerintah begini,"ungkapnya
"Apalagi Para pemimpin kita yang di gajih oleh duit Rakyat kenapa harus memaksakan warganya untuk di vaksinasi,yang mau silahkan bervaksin akan tetapi menurut Anang Rosadi yang tidak mau janganlah dipaksa"tambahnya
Sementara Sarat Administratif Selalu diwajibkan dan diperlihatkan kartu vaksinasi Bagi warga yang mau mengurus sesuatunya di pemerintahan,hal itu sangat menghambat masyarakat dalam berurusan"tuturnya
ini sangat di sayangkan, " intinya kita tidak Anti Vaksin, juga tidak Menghalangi warga untuk Bervaksin, tapi atas kesadaran warga itu sendiri untuk di Vaksin ini merupakan hak asasi manusia tidak boleh ada pemaksaan apalagi sampai diiming imingi hadiah sepeda motor dan umroh segala macam" Pungkasnya.
(FR)