Terkait Dugaan Keracunan Massal di Pulau Alalak, Begini Penjelasan Plt Kadis Kesehatan Kalsel


Kabar Nusantara Post, Banjarmasin -  Usai acara  peringatan Isra Miraj di rumah Tokoh terpandang H Anang Iyut yang digelar sehabis shalat Zuhur pada Sabtu (27/2/2022), sekitar pukul 13.00 Wita, ratusan warga Pulau Sewangi maupun Pulau Qlalak alami keracunan makanan, namun keracunan massal ini baru terasa selepas shalat Maghrib kebanyakan korbannya anak-anak dan Lansia. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Sukamto saat di wawancarai rekan media waktu menghadiri perayaan Isra Mi'raj di Gedung Mahligai Pancasila menjelaskan terkait keracunan massal yang ada di pulau alalak, Minggu (28/02/22) malam menjelaskan,"Untuk para korban yang keracunan makanan sudah pulang, karena gejala-gejala yang di alami sudah tidak ada dan sudah membaik sepertinya itu kondisi yang terjadi saat ini" terangnya. 

Untuk korban kebanyakan anak-anak, sedangkan lansia saya tidak tau persis berapa jumlah korbannya tapi yang saya lihat langsung di RS Ansari Saleh saat mendampingi Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dari 33 korban di antaranya 5 anak-anak, kemudian yang di RS TPT dari 7 korban, terdapat 4 anak-anak, di antaranya ada pelajar SMA dan SD" terangnya.

Untuk korban mengalami gejala mual, muntah serta sakit kepala. Mereka mengkonsumsi sup yang di hidangkan di acara itu. Acara di mulai sehabis Dzuhur, tapi para korban menyantap hidabgannta setelah Sholat Ashar. Tetapi gejalanya muncul mulai malam ada yang jam mulai 21.00 Wita dan jam 22.00 Wita,"katanya.

"Untuk sampel makanan sudah di kirim, infomasi dari teman-teman Puskesmas sudah mengambil sampelnya, cuma ini belum keluar hasilnya mohon maaf tadi saya kontak teman-teman tapi baterai HP saya  habis nanti kita perbaharui lagi infonya,"terangnya.

Saat di tanya apa penyebab keracunan ini, kembali beliau menjelaskan,"jadi benar keracunan makanan ini banyak hal penyebabnya terutama pada asfek penjamah makanannya, dari waktu memasaknya, di masak itu dari bahannya bagus ,cara mengolahnya benar, kemudian penjamahnya juga harus sehat kemudian juga cara menghidangkannya, waktu di masak sehat tapi waktu menghidangkan terkontaminasi bahan cemaran bakteri dan virus atau bisa juga dari yang memakan, tapi ini bersama-sama ini bukan yang memakan tapi sumbernya dari makanan itu yang sekarang sampelnya masih di lihat apa penyebab sebenarnya,"beber Sukamto lagi.

Saat di tanya berapa lama hasil pemeriksaan sampel tersebut Sukamto menjelaskan,"untuk hasil sampel itu mungkin diperlukan dua hari untuk mengetahui hasilnya tapi besok kan hari libur jadi laboratorium kan juga tutup kemungkinan selasa sudah bisa di ketahui hasilnya," ungkapnya.

Untuk para korban sebagian sudah bisa pulang ,yang saya lihat tadi pagi saat kunjungan pak Gubernur itu dua anak itu sudah mulai membaik jadi sudah tidak mual lagi,sudah riang mereka,kemudian yang di TPT itu juga di kasih obat untuk pulang,jadi kayanya sudah membaik kemungkinan hari ini bisa pulang,"katanya.

Untuk kasus keracunan massal ini memang sudah kembali berulang cuman skalanya aja yang beda untuk saat ini skalanya lumayan besar korbannya kalau di tanya berapa kasus, mohon maaf saya kurang mengetahuinya, saya kan baru ini ya namun saya akan melihat data sudah berapa kali kejadian seperti ini terjadi"terannya lagi

"Memang kalau di lihat potensi Banua kita ini, berpotensi tinggi, karena pertama kita ini sering mengadakan acara-acara bersama sehingga, berpotensi terjadinya masalah-masalah kesehatan terutama masalah,"jelasnya lagi.

Jadi saat ini kami fokus dulu terhadap penanganan yang sakit itu sudah kami lakukan kemudian  kita melihat kira-kira penyebabnya apa sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi"pungkasnya.

(FR)