| SH, korban kekerasan suaminya (foto istimewa) |
Kabar Nusantara
Post, Sumatera Selatan – Seorang suami di Palembang, Sumatera Selatan tega
aniaya istri dan ananknya sendiri dengan meyirimkan air keras. Korban
berinisial SH (30), dan anaknya DA (7). Atas insiden tersebut korban mengalami
sejumlah luka bakar.
“Saat kejadian, anak saya persis berada di
sebelah saya, makanya saya ikut kena siram. Sebenarnya saya nikah siri sama dia
,MY, kami tidak punya anak. Ini DA, anak sama suami saya sebelumnya,” kata SH,
Selasa (11/01/2022).
Peristiwa itu, kata SH, dilakukan oleh suami sirinya saat berada
di kediaman orang tuanya di kawasan Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-alang
Lebar, Palembang, pada Jumat (06/01/2022) lalu. Penyebabnya, sambungnya, MY
diduga tak terima ajakan rujuknya selalu ditolak SH.
“Kejadiannya itu terjadi pada Jumat sore. Selama ini dia ,MY,
memang sudah sering membuntuti sampai benar-benar mengganggu saya. Intinya, dia
mau ngajak rujuk saya, tapi selalu saya tolak ajakan rujuk,” imbuh SH.
Menurutnya, sudah lebih dari satu tahun dia memilih tinggal di
rumah sang ibu dan meninggalkan MY. Keputusan itu dia ambil karena selama dua
tahun berumah tangga dia selalu mendapat perlakuan kasar atau KDRT dari suami
siri tersebut.
“Ajakan rujuk sempat diterima dengan janji tidak akan mengulangi
perbuatan kasarnya. Namun, setelah diberi kesempatan kedua, nyatanya dia tidak
berubah dan tetap saja berbuat kasar. Selama ini dia tidak pernah talak saya.
Tapi saya sudah tidak mau sama dia. Mana bisa saya hidup tinggal sama suami
seperti itu,” ungkapnya.
SH mengaku, sebelum terjadinya
penyiraman air keras itu, dia sudah pernah melapor ke ketua RT setempat dan
berharap akan diteruskan ke Babinsa karena khawatir MY akan melakukan perbuatan
yang lebih membahayakan diri dan anaknya. Namun, lantaran diklaim tidak punya
bukti yang kuat, aparat RT tersebut justru tidak mau meneruskan harapan SH.
“Dari RT tidak mau proses karena katanya tidak ada bukti, tidak
ada video. Katanya, kalau dilaporkan ke Babinsa, bakal ditertawakan kalau
ngelapor tidak ada bukti,” ucapnya dengan nada kecewa.
Namun, setelah kejadian penyiraman air keras itu terjadi, SH
membuat laporan ke Polsek Sukarami Palembang dengan harapan polisi segera
menangkap MY, yang hingga kini masih bebas berkeliaran di luar sana.
“Saya merasa terancam, bagaimana kalau dia kembali melakukan
yang hal tidak-tidak ke saya dan keluarga saya. Saya sudah lapor dan berharap
polisi segera menangkap dia. Soalnya, perbuatan dia benar-benar sudah sangat
keterlaluan. Sudah sangat membahayakan nyawa saya dan keluarga,” jelasnya.
Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Budi Hartono membenarkan
pihaknya telah menerima laporan tersebut. Pihaknya saat ini sedang menyelidiki
kasus ini memeriksa saksi dan memburu terduga pelaku.
“Setelah menerima laporan, anggota didampingi keluarga korban
langsung merespons dengan mendatangi tempat-tempat yang diduga tempat
persembunyian pelaku. Tapi, dari beberapa tempat yang didatangi, pelaku belum
ditemukan. Untuk saksi dua orang sudah kita periksa dan pelaku masih dalam
pengejaran,” kata Budi.
(FR/Red)