Detik-detik Video Rumah Mewah Senilai Rp 3 Milyar Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin

 

detik-detik ambruknya rumah mewah

Kabar Nusantara Post, Banjarmasin - Sebuah rumah mewah di Jalan Gatot Subroto Banjarmasin, mendadak ambruk pada Sabtu (20/11/2021) sore.

Ambruknya rumah mewah tersebut sempat viral di medsos (Media Sosial) .

Diketahui, rumah berukuran 20x15  tersebut berada di Jalan Rama, Gatot Subroto, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan, BanjarmasinTimur, Kota Banjarmasin.

Dharma Wardana, keluarga pemilik rumah menjelaskan, “bahwa ambruknya rumah mewah tersebut terjadi pada Sabtu (20/11/2021) sore”

"Sebelumnya sekitar  lima hari yang lalu, kami sudah mendengar suara aneh dari pondasi rumah," ujarnya,” Senin (22/11/2021).

Sebelumnya pihak keluarga tidak ingin memviralkan kejadian tersebut, karena tidak ingin warga merasa resah, dan itu membuat pihak keluarga enggan melaporkan kejadian ke pihak berwajib.

"Kami juga kaget kenapa jadi sampai viral, ternyata cucu saya yang menyebar video tersebut," ungkapnya.

Rumah yang berusia 15 tahun berdiri itu mengalami kerugian mencapai Rp3 Miliar lebih. Atas kejadian tersebut di  pastikan tidak ada korban jiwa .

"Kalau rumah ini kerugiannya sekirar Rp3 Miliar, belum lagi harta benda yang ada di dalam, semuanya rusak," imbuhnya.

Sementara itu dikonfirmasi Kapolsekta  BanjarmasinTimur, AKP Pujie Firmansyah membenarkan bahwa pihaknya tidak menerima laporan dari keluarga ataupun pemilik rumah.

Meski demikian Firmasnyah menghimbau agar warga bisa benar-benar memastikan keamanan, saat proses pembangunan, agar hal serupa tidak sampai terjadi lagi.

"Bagi warga khususnya di wilayah   BanjarmasinTimur, agar benar-benar bisa memastikan bangunan mereka berdiri dengan layak," ujarnya.

Dilain pihak, Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKINDO) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkap kemungkinan penyebab ambruknya rumah di Gatot Subroto Banjarmasin.

“[Kemungkinan] Perhitungan beban bangunan dan daya dukung struktur kurang,” ucap Ketua INTAKINDO Kalsel, Nanda Febryan Pratamajaya, Senin (22/11/2021).

Berkaca dari sejumlah kasus, kata dia, pemilik rumah bisa jadi kurang memahami perhitungan beban bangunan.

Di mana pondasi rumah yang seharusnya untuk satu lantai diubah menjadi dua lantai. “Ini studi kasus kebanyakannya,” katanya.

(fr/red/knp)